- ALKITAB
Apakah arti "ALKITAB"??? Alkitab itu terdiri dari dua kata yaitu "AL" berarti ALLAH dan "KITAB" berarti buku. Jika kedua makna tersebut di sambungkan berarti "ALKITAB" adalah sebuah buku yang menceritakan tentang kehidupan Allah. Alkitab itu terdiri atas dua bagian
yang masing-masing disebut "Perjanjian Lama" dan "Perjanjian Baru".
- Perjanjian Lama
Terdiri atas 39 buku. - Perjanjian Baru
terdiri atas 27 buku
Jangka waktu yang digunakan untuk menulis Alkitab itu dari buku pertama sampai
buku terakhir, adalah sekitar 1600 tahun, yaitu diperkirakan bahwa buku pertama
ditulis pada tahun 1400 S.M. dan buku terakhir ditulis pada tahiun 100 M.
Allah telah berbicara kepada penulis-penulis firman-Nya, dalam bahasa mereka sendiri, dan pekabaran-Nya itu tidak bertentangan. Sebelum diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, naskah- naskah Alkitab itu telah ditulis dalam bahasa Ibrani, Aram untuk Perjanjian Lama dan bahasa Yunani untuk Perjanjian Baru.
Biasanya tulisan dari penulis-penulis yang berbeda latar belakang kehidupan dan pendidikan, tidak akan sesuai satu dengan yang lain bahkan terdapat pertentangan-pertentangan. Apalagi jika penulis-penulis itu hidup bukan dalam satu waktu di satu tempat melainkan di tempat yang berbeda-beda, dalam jangka waktu yang berabad-abad lamanya. Hal itu pasti terjadi dengan tulisan-tulisan yang lain. Tetapi tidak demikian halnya dengan Alkitab. 66 buku ditulis oleh 40 penulis yang berbeda-beda, dalam jangka waktu 1600 tahun, Alkitab itu sesuai satu dengan yang lain dan sempurna, tidak terdapat pertentangan!
Inilah satu bukti bahwa tulisan-tulisan Alkitab bukanlah ditulis secara kebetulan saja menurut kemauan penulis itu sendiri.
Allah telah berbicara kepada penulis-penulis firman-Nya, dalam bahasa mereka sendiri, dan pekabaran-Nya itu tidak bertentangan. Sebelum diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, naskah- naskah Alkitab itu telah ditulis dalam bahasa Ibrani, Aram untuk Perjanjian Lama dan bahasa Yunani untuk Perjanjian Baru.
Biasanya tulisan dari penulis-penulis yang berbeda latar belakang kehidupan dan pendidikan, tidak akan sesuai satu dengan yang lain bahkan terdapat pertentangan-pertentangan. Apalagi jika penulis-penulis itu hidup bukan dalam satu waktu di satu tempat melainkan di tempat yang berbeda-beda, dalam jangka waktu yang berabad-abad lamanya. Hal itu pasti terjadi dengan tulisan-tulisan yang lain. Tetapi tidak demikian halnya dengan Alkitab. 66 buku ditulis oleh 40 penulis yang berbeda-beda, dalam jangka waktu 1600 tahun, Alkitab itu sesuai satu dengan yang lain dan sempurna, tidak terdapat pertentangan!
Inilah satu bukti bahwa tulisan-tulisan Alkitab bukanlah ditulis secara kebetulan saja menurut kemauan penulis itu sendiri.
Orang bertanya, apakah maksudnya
Alkitab itu ditulis ? Dari manakah sumber asli tulisan Alkitab itu ? Benarkah
Alkitab itu firman Allah ?
Sebenarnya manusia dapat mengenal Allah dalam alam ciptaan yang menyatakan kepada kita tentang kebesaran dan kemahakuasaan-Nya. Matahari menceritakan kemuliaan Allah, bulan dan bintang-bintang serta segala planet menyatakan tentang kebijaksanaan Allah, bahkan bunga-bunga dan rumput di padang menyatakan tentang cinta-Nya. Namun demikian, kita bertanya, pernahkah Allah bicara kepada manusia secara langsung dalam bahasa manusia itu sendiri ? Jelas bahwa dalam segala zaman Allah telah memilih manusia tertentu menjadi penulis-penulis bagi Allah. Melalui hamba-hamba yang dipilih-Nya inilah Allah menyatakan kepada manusia, tentang Diri-Nya sendiri, kuasa-Nya, cinta- Nya kepada manusia berdosa dan rencana keselamatan yang telah disediakan-Nya.
Alkitab adalah buku yang besar yang dapat menjawab segala rahasia kehidupan manusia dan di dalam Alkitab inilah Allah menyatakan pula rencana-Nya dan kehendak-Nya bagi manusia. Alkitab buku pedoman untuk menuntun manusia kepada hidup kekal.
"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kita-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku." Yohanes 5:39.
Sebenarnya manusia dapat mengenal Allah dalam alam ciptaan yang menyatakan kepada kita tentang kebesaran dan kemahakuasaan-Nya. Matahari menceritakan kemuliaan Allah, bulan dan bintang-bintang serta segala planet menyatakan tentang kebijaksanaan Allah, bahkan bunga-bunga dan rumput di padang menyatakan tentang cinta-Nya. Namun demikian, kita bertanya, pernahkah Allah bicara kepada manusia secara langsung dalam bahasa manusia itu sendiri ? Jelas bahwa dalam segala zaman Allah telah memilih manusia tertentu menjadi penulis-penulis bagi Allah. Melalui hamba-hamba yang dipilih-Nya inilah Allah menyatakan kepada manusia, tentang Diri-Nya sendiri, kuasa-Nya, cinta- Nya kepada manusia berdosa dan rencana keselamatan yang telah disediakan-Nya.
Alkitab adalah buku yang besar yang dapat menjawab segala rahasia kehidupan manusia dan di dalam Alkitab inilah Allah menyatakan pula rencana-Nya dan kehendak-Nya bagi manusia. Alkitab buku pedoman untuk menuntun manusia kepada hidup kekal.
"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kita-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku." Yohanes 5:39.
Salah satu ulasan yang dikemukakan
orang atas keraguan dan penolakan mereka terhadap Alkitab, yang tercakup di
dalamnya Taurat, Zabur, dan Injil, ialah menurut ulasan itu bahwa aslinya tidak ada lagi, dengan dalil bahwa
terjemahannya yang dibuat oleh banyak penulis telah menyebabkan Alkitab itu
bukan lagi sebagai wahyu dari Allah. Sangat disayangkan orang yang ragu-ragu
itu pun tidak dapat bertanggung jawab atas dalilnya itu, karena ia sendiri
tidak dapat menunjukkan kesalahan Alkitab dibandingkan dengan yang aslinya!
Kalau demikian, apakah sebenarnya sumber tulisan Alkitab itu ? Apakah Alkitab itu berasal daripada Allah ataukah hanya dari manusia ? Alkitab menjawab sebagai beikut, "Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." 2 Petrus 1:21.
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." 2 Timotius 3:16.
"Setelah pada zaman dulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi." Ibrani 1:1.
Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa, "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan." Keluaran 17:14.
"Kemudian Samuel menguraikan kepada bangsa itu tentang hak-hak kerajaan, menuliskannya pada suatu piagam dan meletakkannya di hadapan TUHAN." 1 Samuel 10:25.
"Ambillah Kitab gulungan dan tulislah di dalamnya segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu mengenai Israel, Yudea dan segala bangsa, dari sejak Aku berbicara kepadamu, yakni dari sejak zaman Yosia, sampai waktu ini." Yeremia 36:2.
Berdasarkan ayat-ayat di atas ini jelaslah bahwa Allah Sendirilah yang menjadi sumber dari Alkitab, walaupun itu ditulis oleh tangan manusia. Kebenaran yang terdapat dalam firman itu, adalah berasal dari Allah, namun diucapkan dan disampaikan melalui manusia.
Perlu pula diketahui bahwa untuk menyelidiki Alkitab, harus dimengerti bahwa dalam " Perjanjian Lama" terdapat Taurat, yang dikenal pula sebagai lima buku Musa atau Pentateuch. Kemudian ada pula buku-buku sejarah, yaitu dari Yosua sampai Ester. Buku-buku syair dari Ayub sampai Amsal Salomo. Buku nabi-nabi besar, dari Yesaya sampai Daniel kemudian nabi-nabi kecil dari Hosea sampai Maleakhi. Dalam Perjanjian Baru, terdapat pula buku-buku sejarah yaitu empat injil, dan Kisah Para Rasul. Kemudian surat-surat yang ditujukan kepada gereja-gereja Kristen yang ditulis oleh para rasul dan akhirnya satu buku nubuatan, dalam Perjanjian Baru yaitu buku Wahyu.
Kalau demikian, apakah sebenarnya sumber tulisan Alkitab itu ? Apakah Alkitab itu berasal daripada Allah ataukah hanya dari manusia ? Alkitab menjawab sebagai beikut, "Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." 2 Petrus 1:21.
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." 2 Timotius 3:16.
"Setelah pada zaman dulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi." Ibrani 1:1.
Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa, "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan." Keluaran 17:14.
"Kemudian Samuel menguraikan kepada bangsa itu tentang hak-hak kerajaan, menuliskannya pada suatu piagam dan meletakkannya di hadapan TUHAN." 1 Samuel 10:25.
"Ambillah Kitab gulungan dan tulislah di dalamnya segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu mengenai Israel, Yudea dan segala bangsa, dari sejak Aku berbicara kepadamu, yakni dari sejak zaman Yosia, sampai waktu ini." Yeremia 36:2.
Berdasarkan ayat-ayat di atas ini jelaslah bahwa Allah Sendirilah yang menjadi sumber dari Alkitab, walaupun itu ditulis oleh tangan manusia. Kebenaran yang terdapat dalam firman itu, adalah berasal dari Allah, namun diucapkan dan disampaikan melalui manusia.
Perlu pula diketahui bahwa untuk menyelidiki Alkitab, harus dimengerti bahwa dalam " Perjanjian Lama" terdapat Taurat, yang dikenal pula sebagai lima buku Musa atau Pentateuch. Kemudian ada pula buku-buku sejarah, yaitu dari Yosua sampai Ester. Buku-buku syair dari Ayub sampai Amsal Salomo. Buku nabi-nabi besar, dari Yesaya sampai Daniel kemudian nabi-nabi kecil dari Hosea sampai Maleakhi. Dalam Perjanjian Baru, terdapat pula buku-buku sejarah yaitu empat injil, dan Kisah Para Rasul. Kemudian surat-surat yang ditujukan kepada gereja-gereja Kristen yang ditulis oleh para rasul dan akhirnya satu buku nubuatan, dalam Perjanjian Baru yaitu buku Wahyu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar